Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 23 Maret 2012

Macam-Macam Gelombang Otak



Jaringan otak orang hidup menghasilkan gelombang-gelombang listrik yang berfluktuasi.
Pada tahun 1929, Hans Berger, orang Jerman, membuat peralatan untuk mencatat dan mengukur gelombang listrik yang terjadi di otak.
Alat ini disebut sebagai Electroencephalograph atau disingkat EEG.
Dengan menempelkan sepasang elektrode di kulit kepala, maka dapat diketahui perbedaan tegangan arus lisrik padanya.
Apabila di layar monitor electroencephalograph tidak lagi terlihat adanya gelombang, maka orang tersebut secara medis telah mati, meskipun di bagian tubuh lain masih ada gerakan.
Frekwensi gelombang EEG dihitung dengan jumlah cycles per second atau cps (Hertz-Hz)
Gelombang Delta 
adalah kondisi orang sedang tidur yang frekwensinya antara 0,5 s.d. 3,5 Hz.
Orang tidur tanpa mimpi, otaknya menghasilkan gelombang Delta.
Sedangkan orang koma gelombang otaknya hanya 0,5 Hz
Tidur rutin untuk manusia, adalah upaya untuk memulihkan kondisi sel-sel tubuhnya termasuk sel otak yang telah bekerja berat seharian.
Oleh sebab itu orang sakit perlu banyak tidur beristirahat.
Gelombang Theta 
dengan putaran 3,5 s.d. 7 Hz, terjadi saat orang bermimpi. Mimpi ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat.
Perasaan bermimpi yang terasa lama sekali, pada hakekatnya hanya berlangsung dalam hitungan detik.
Hal ini karena "ukuran waktu" yang dipakai orang yang bermimpi ialah "waktu" ukuran ruh.
Bukankah waktu ribuan tahun di dunia, hanya sekejap saja menurut ukuran akhirat.
Para penemu, pencipta musisi bekerja dalam kondisi gelombang Tetha. selain itu, 
beberapa orang juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) ini saat  terhypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain.
Gelombang Alpha antara 7 s.d. 13 Hz.
Terjadi pada kondisi normal orang dewasa bekerja, tanpa dibebani pikiran macam-macam, tanpa target yang berat. ,melamun, relaksasi dan berkhayal.
Kewajiban yang terpenting ialah bagaimana melaksanakan tugas-pekerjaan sebaik-baiknya dengan tujuan yang telah ditetapkan disertai niat positif lillahi ta'ala
Tidak ada pikiran negatif Informasi-informasi yang diserap otak selama ini akan muncul kembali, "diam seribu akal", dan "jalan lebih baik dari tujuan" itulah patokannya agar otak bekerja dalam gelombang ini.
Gelombang Beta antara 13 s.d. 28 Hz
Ketika orang bekerja berat membutuhkan pikiran yang banyak sekali, sehingga gelombang otak juga naik hitungannya.  biasanya terpancar pada saat kita sedang berpikir
Banyak hal yang harus dicermati untuk mempertahankan eksistensi manusia dari bahaya lingkungan seperti tentara yang sedang bertempur atau supir yang harus waspada.
Sebaiknya kita memprogram otak kita selalu dalam gelombang alpha, gelombang ketenangan, sehingga muncul inspirasi.
Sembahyang secara khusuk 5 kali dalam 24 jam akan menghasilkan gelombang alpha, yang memperbaiki kualitas hidup.


 Gelombang epsilon (dibawah 0.5Hz)
 saat kondisi koma , dan kemampuan supranatural.
Gelombang gamma (25-100 Hz) 
saat stress, tekanan batin, kekawatiran yang sangat sampai jantung mau copot, 
Gelombang Gamma cenderung merupakan yang terendah dalam amplitudo dan gelombang paling cepat.  Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan. Kondisi Gamma adalah kondisi dalam kesadaran penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang merupakan geolombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.

Gelombang Ultra gamma (diatas 100 Hz)
 biasanya dimiliki oleh paranormal saat sedang melakukan kegiatan supranatural 
Gelombang Schuman Beresonansi (4-8 Hz) 
atau bisa disebut sebagai jembatan A-T (Alfa- Beta) yang dimiliki oleh anak-anak indigo, dan jenius dengan IQ (125 keatas) dan menghasilkan kemampuan intuisi yang dahsyat Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan. 

Sensori Motor Rhytm (12 hz - 16 hz)

SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik neurofeedback .

0 komentar

Poskan Komentar

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...