Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 01 September 2012

Balada Sang Panglima (Puisi)

Karya Muhammad Irfan






Sesosok panglima
Yang Terbuang dari kejayaan
 terus betjalan Menyusuru jalan kecil kehidupaN
Dari penyesalan ke sinar harapan
Yang berliku menanjak penuh terjal
Sang Pnglima terus berjalan dengan kepasrahan
       Tersandung tertatih tak peduli
       Jalan berliku terjal dan menanjak
       Ada kalanya datar dan nyaman
       Terus  mewarnai jalan-jalan  yang dilaluinya
Persimpangan Jalanpun tampak
Panglima terbuang harus memutuskan
Untuk sinar baru yang di harapkan
Tiada lamaa Panglima memilih jalanan
Lalu berjalan menanjak menghampiri pintu
       Di pintu itu Panglima berjumpa
       Penjaga yang kuat raksasa
       Yang siap sedia menghunskan pedangnya
       Tiada gentar Panglima melawan
       Tiada kuat  Panglima kesakitan
Panglima pun tiada kuat membela diri
Merasa bimbang merasuk hati
Menyerahkah atau berjuang sekali lagi
Walau mungkin harus hancur sampai mati
Hingga ia pun memutuskan menyerah itu hari
       Panglima berpikir bahwa itu bukan jalanku
       Seakan dinia mencerca keputusan hina itu
       Panglima berbalik mencari jalan lalu
       Tiada takdir akan benar memutuskan
       Tiada selalu sulit itu sinar silau harapan
Segera jalan lebih datar Panglima tiba
Dengan penjaga kuat terus bersedia
Tiada gentar saling menjabut pedangnya
Duel sengit tak terhindarkannya
Dengan separuh nafas celah terbuka
Terlukalah penjaga pintu kedua
       Mendobraklah pangeran pintu gerbang
       Sekencang-kencangnya tiada ingin lagi gagal
       Terbuka dan masuklah sinar baru
       Melewatilah panglima kecelah itu
       Tiada kira bernafas lega Sang Panglima
Panglima perjalanan belumlah usai
Sedikit waktu digunakannyalah mengatur strategi
Setelah bernafas dan melangkah lagi
Untuk bertarung mengalahkan berkali-kali
Hanya melangkah menatap satu misi.
       





Dalam diri kita ada dua hal yang sangat dominan dalam menggerakan langkah-langkah kita, yaitu hati dan pikiran, kedua-duanya dapat menjadi pemimpin dalam diri kita yang siap memberikan informasi atau perintah pada raga kita untuk bertindak.. tetapi mana yang paling layak bagi anda untuk menjadi pemimpin dalam diri kita, hati atau pikiran?
Menurut saya  yang layak menjadi peminpin adalah hati, pikiran menjadi panglima dan raga menjadi pelaksana.
Hati bertugas menerima sinyal (info dari Allah) untuk diri kita, kemudian hati kita menyampaikan info tersebut kepada otak kita (pikiran) sebagai panglima untuk mencarikan solusi dalam menjalankan info dari Allah, sementara bila otak sudah menemukan solusi maka otak akan menggerakkan raga sebagai pelaksana lapangan dalam kehidupan diri kita.
semoga bermanfaat. sumber

Pesan/kandungan :
  • setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan
  • walaupun demikian, setiap orang harus berani bangkit dari kegagalan itu
  • dalam hidup akan selalu ada pilihan
  • Hiduplah dengan pilihan yang terbaik, kalau kau gagal dalam pilihan tersebut, tak apa , mungkin bukan jalan takdirmu, karena takdir ditentukan saat pengambilan keputusan, maka ambilah pilihan sesuai bakat dan nuranimu.
  • Pilihlah apa yang kau bisa dan bertarunglah sampai kau memenangkan pertempuranmu.
  • karena hidup adalah pertarungan
  • tetaplah fokus pada tujuan.

0 komentar

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...