Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 23 Juni 2012

Masuk Angin, Penyakit Khas Indonesia?

Apa maksud judul tulisan ini??
 Apakah benar Penyakit Masuk Angin hanya ada di Indonesia?
Apakah orang luar negeri (apa lagi orang Barat) tidak bisa masuk angin?
kok bisa sih??

benar, ya memang hanya orang Indonesia yang mengenal Masuk Angin.
Masuk angin adalah suatu "penyakit" yang disebabkan karena berkumpulnya gas yang tidak merata di dalam tubuh. Masuk Angin diyakini menjadi penyakit yang nyata, namun saat ini belum ada bukti medis untuk mendukung klaim ini. Penyakit ini mirip influenza karena gejala dan penyebabnya hampir sama. Masuk angin biasanya dianggap sekadar mitos di dunia kedokteran tetapi kenyataannya banyak sekali penderitanya.
Hanya orang Indonesia yang menderita masuk angin sedangkan orang asing tidak pernah mengalaminya. Kalangan ekspatriat di Indonesia tentu bingung dengan istilah masuk angin, penyakit yang dipahami disebabkan angin yang masuk ke tubuh. Mereka baru mengerti setelah mendengar kata catching cold. Istilah masuk angin ini paling tepat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi catching cold. Dan masuk angin yang ini rupanya sering dibahas dalam forum kaum ekspatriat di internet

Biasanya penyebab utamanya adalah udara dingin yang berlebihan. Contohnya adalah terlalu lama di ruangan AC, bermain hujan-hujanan, cuaca yang dingin, dan lainnya. Penyebab lainnya adalah terlalu banyak tertawa, salah makan, kurang kentut, atau karena terlalu lelah.[1] Masyarakat langsung menyebut masuk angin setiap kali merasa badan tidak enak. Badan tidak enak yang dikarenakan masuk angin, umumnya terjadi di masa pergantian cuaca dari musim kemarau ke penghujan atau sebaliknya (pancaroba). Di masa peralihan itu angin seringkali bertiup kencang. Angin sering disalahkan karena masuk ke tubuh tanpa permisi dan menyebabkan badan terasa tak enak. Angin sering dituduh masuk ke tubuh tanpa permisi ketika tubuh terekspos angin yang bertiup kencang.
Saat di musim bukan pancaroba pun "angin tak diundang" ini sering menghinggapi orang-orang tertentu. Penyakit ini acapkali singgah di tubuh orang yang sering begadang, kurang tidur atau kurang istirahat. Gara-gara angin, penderitanya jadi merasa tak enak badan ketika bangun di pagi hari.
Masuk angin merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat gabungan kelelahan fisik, terlambat makan, dan stres pikiran. Karena gabungan ketiga hal itu, terjadilah pembentukan gas berlebihan di lambung dan usus. Kemudian timbul perasaan penuh di usus lalu mulas, diikuti mual dan muntah. Kalau sudah begini kejadiannya, inilah yang disebut masuk angin
Sebenarnya cuaca dingin, bukannya anginlah yang memicu terjadinya masuk angin. Cuaca dingin yang menyergap tubuh menimbulkan mekanisme vasoconstriction atau penyempitan pembuluh darah. Sebenarnya penyempitan pembuluh darah ini merupakan mekanisme tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami penurunan suhu atau hipotermia. Namun, dampak kurang menyenangkan dari penyempitan pembuluh ini adalah peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya, hasil metabolisme, berupa asam laktat, terakumulasi pada otot-otot. Inilah yang membuat badan jadi terasa pegal-pegal.
Perihal perut kembung terisi gas, bisa terjadi akibat cuaca dingin yang menyebabkan perlambatan gerak peristaltik usus. Perlambatan ini yang menyebabkan gas tertampung di saluran cerna, sehingga perut terasa kembung dan penuh (begah).
Cuaca dingin juga dapat menyebabkan rambut-rambut sel di saluran napas lambat bergerak. Padahal, mereka berfungsi untuk mengeluarkan lendir, bakteri, dan virus. Perlambatan ini juga menyebabkan seseorang menjadi rentan terkena infeksi seperti batuk, pilek, dan lain-lain.

Orang asing merasa lucu mendengar ada penyakit masuk angin.
Inilah salah satu pengalaman seorang Bule yang bingung tentang masuk angin, bule ini telah beberapa tahun tinggal di Bali.
 inilah pengalamannya sy kutip dari http://balimanual.com/2012/06/masuk-angin-the-wind-that-infected-an-entire-nation/
kok ada sih penyakit Masuk Angin?? dia bertanya-tanya
Jika Anda tidak terbiasa dengan istilah itu, masuk angin diterjemahkan secara harfiah menjadi"enter wind". Itu juga merupakan penyakit paling umum bahwa orang-orang di Indonesia. Tidak masuk kerja kemarin? "Maaf, masuk angin!" Tidak merasa baik saat bangun tidur hari ini?. Untuk memahami kasus orang kemasukan masuk angin meskipun Anda perlu mengeksplorasi proses memikirkan di balik itu.
Orang-orang di Indonesia percaya bahwa ketika angin bertiup dan itu dapat masuk ke dalam tubuh Anda, ia memiliki kekuatan untuk membuat Anda sakit. Sebenarnya, tidak terlalu dapat membuat Anda sakit tapi itu pasti akan, positif membuat Anda sakit setiap waktu. Hal ini menyebabkan orang mengambil tindakan pencegahan yang ekstrem untuk melindungi diri dari angin, agar tidak sakit. Gejala-gejala masuk angin termasuk batuk, bersin, sakit otot, demam dan sakit kepala. Pada dasarnya semua gejala flu atau demam.
Secara ilmiah saya bisa mulai mengerti. Ketika angin bertiup, kuman dan bakteri bisa menyebar sehingga lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan sakit dari paparan kuman. Sekarang tiba disini . Masuk angin bahkan lebih mudah untuk diderita
dengan duduk di depan kipas angin di ruangan tertutup.
Di sinilah saya berhenti menjadi mampu mengikuti logika. Secara teoritis bahwa ruang tertutup tidak akan memiliki lagi kuman masuk atau keluar - . Kipas meniup seseorang yang berada di dekitarnya tidak akan meningkatkan kesempatan Anda terinfeksi oleh kuman. Masuk angin bukan tentang penyebaran kuman tetapi dari kepercayaan bahwa angin itu sendiri akan dapat dalam diri Anda dan membuat Anda sakit.
Apakah Anda pernah duduk di dalam ruang tertutup yang panas bahkan oleh orang-orang Indonesia dan heran mengapa tidak ada yang mau menyalakan kipas angin? Takut masuk angin adalah salah satu yang hampir semua orang Indonesia percaya sepenuhnya. Jika Anda bangun dan menyalakan kipas angin, Anda mungkin melihat orang bergeser dari kipas angin agar tidak terkena oleh angin secara langsung. Bahkan ada obat di Indonesia seperti Tolak Angin (reject wind) yang dijual hanya untuk mencegah gejala-gejala masuk angin.Tetapi ini terasa seperti obat flu biasa buat saya.
Jika ini adalah pertama kalinya Anda belajar tentang fenomena tentang masuk angin, mintalah salah satu teman lokal Anda tentang hal itu. Jangan lakukan itu dengan cara yang kasar atau memaksa mereka untuk membela keyakinan mereka tetapi tanggapilah secara biasa atau sangat lucu. Perbedaan keyakinan antara timur dan budaya barat benar-benar terlihat ketika topik masuk angin muncul.
Pada akhirnya saya menemukan masuk angin menjadi topik lucu dan saya berarti tidak ada rasa tidak hormat terhadap Indonesia atau keyakinan mereka apapun dengan berbagi pandangan saya. Nenek saya percaya beberapa penyebab penyakit dan pengobatan mereka yang saya temukan cukup lucu juga. Generasi dapat menyebabkan  perbedaan dalam keyakinan  budaya . Dan aku memberitahu seseorang apa yang harus dilakukan atau apa yang tidak boleh dilakukan untuk menjaga kesehatan mereka? Saya mungkin tidak takut untuk membiarkan angin ke dalam diriku, tapi aku pasti tidak takut untuk membiarkan angin keluar dari saya , jika Anda tahu apa yang saya maksud

0 komentar

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...