Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 11 Mei 2011

PEMBAHASAAN TENTANG HIV dan AIDS


HIV  DAN AIDS

Pengertian HIV/AIDS
a. Pengertian HIV
HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Yaitu sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia - terutama Sel T CD4+ dan makrofag, yang merupakan komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh  dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi penyakit lain karena kekebalan tubuhnya terus menurus secara drastis. Bahkan, kuman yang bagi orang biasa tidak menimbulkan penyakit, pada orang yang terdapat HIV ditubuhnya dapat mengakibatkan kematian.
   HIV merupakan penyebab dasar AIDS. Selain itu, HIV juga termasuk PMS (Penyakit Menular Seksual) karena virus ini  ditularkan melalui hubungan seksual.
b. Pengertian AIDS
AIDS singkatan dari Acquiree Immune Deficiency Syndrome atau sindrom runtuhnya kekebalan tubuh. AIDS adalah kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV.
   HIV merupakan salah satu dari PMS. PMS (Penyakit Menular Seksual) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Pada penderita AIDS, HIV terdapat diseluruh cairan tubuhnya, tapi yang dapat menularkan virus ini hanya yang terdapat pada sperma, darah dan cairan vagina.

Cara - cara penularannya adalah sebagai berikut:
1. Berganti - ganti pasangan seksual, atau berhubungan intim dengan orang yang positif terinfeksi HIV.  Lewat cairan sperma dan cairan vagina : Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/ Anus ), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina ) ;
2. Pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi HIV  yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika Suntikan Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah
3. Menerima tranfusi darah yang tercemar HIV.
4. Ibu hamil dan menyusui yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya kepada bayi dalam kandungannya atau lewat air susu.
5. Berhubungan seks secara anal.  Tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

Tanda dan Gejala HIV/AIDS
Gejala HIV/AIDS dapat dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi) :
Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
 - Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan 
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan 
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
 - Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala MInor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
 - Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita 
- Retinitis virus sitomegalo
Kasus Dewasa: Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang- kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

1. Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan
2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Cara Menghindari HIV/AIDS
Caranya antara lain sebagai berikut:
1. Tidak berganti-ganti pasangan dan menghindari hubungan seksual diluar nikah.
2. Sedapat mungkin menghindari tranfusi darah yang tak jelas asalnya.
3. Menggunakan alat-alat medis dan non-medis yang terjamin steril.
4. Bila ibu hamil dalam keadaan HIV positif sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan -kemungkinan yang terjadi pada dirinya sendiri dan bayinya sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.

Cara Mendeteksi dan Pengobatannya.
   HIV/AIDS dapat dideteksi dengan melakukan tes-tes darah sesuai tahapan perkembangan penyakit. Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap  HIV yang berarti,  ada virus HIV dalam tubuh, dilakukan tes darah dengan metode Elisa sebanyak 2 kali. Kemudian bila hasilnya positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan metode Western Blot atau Immunofluoresensi.
     Sampai saat ini, belum ditemukan cara pengobatan sampai tuntas. Yang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan kesehatan tubuhnya.
     Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.

1 komentar

muhammad sidhiq setyawan 12 Mei 2011 07.46

Hallo dabb ... pye. kabare

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...