Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 Januari 2013

DNA dapat Menggantikan Flash Memory untuk Media Penyimpanan?



TEMPO.CO, Hinxton - Asam deoksiribonukleat (DNA) merupakan material penyimpan data kehidupan bagi setiap sel. Para ahli kini berusaha memakainya untuk menyimpan lagu. DNA diharapkan bisa menjadi media penyimpanan pengganti flash drive/flash memory di masa depan.




DNA memiliki potensi untuk menyimpan sejumlah besar informasi. Secara teori, dua bit data dapat dimasukkan per nukleotida - unit dasar tunggal string DNA - sehingga setiap gram molekul beruntai ganda bisa menyimpan 455 exabyte data (1 exabyte adalah 1.018 byte). Kapasitas dapat melampaui perangkat penyimpanan data seperti flash memory, hard disk atau bahkan penyimpanan berdasarkan metode kuantum-komputasi.

Peneliti dari European Bioinformatics Institute of the European Molecular Biology Laboratory berbasis di Inggris mendemonstrasikan kemampuan DNA sebagai laci penyimpan informasi. Bagi mereka, DNA tak ubahnya cakram padat yang bisa ditanamkan berbagai kode.

Dalam percobaan terbaru, mereka memindahkan beberapa informasi ikonik dunia. Fail digital yang dipilih dalam penelitian ini merupakan format yang dipakai luas oleh pengguna komputer.

Peneliti Simpan Lagu ke dalam DNA 

Rekaman pidato Martin Luther King berjudul "I have a dream" disimpan dalam format MP3. Sedangkan makalah ilmiah soal struktur DNA oleh Watson dan Cricks disimpan dalam bentuk file PDF. Mereka juga menanamkan foto berwarna European Bioinformatics Institute dan 154 sonet karya William Shakespeare.

"Keberhasilan penyalinan data mencapai 100 persen," kata kepala tim peneliti, Nick Goldman, dalam makalah ilmiahnya.

Peneliti memanfaatkan struktur DNA yang terdiri dari empat jenis basa. Jika untaian basa ini disusun dengan hati-hati, peneliti bisa mendapatkan urutan informasi serupa kalimat pada tulisan. Penulisan seperti ini mirip dengan penyimpanan informasi dalam kombinasi nol-satu (kode biner) pada pemrograman komputer.

Besar data yang dipindahkan ke dalam DNA baru sebesar 739 kilobita. Namun peneliti yakin jumlah data yang dimasukkan bisa lebih banyak lagi. Dalam taksiran mereka, teknik penyimpanan data ke dalam DNA ini bisa menyimpan informasi digital yang ada di dunia. Pada saat ini, dunia memiliki seribu triliun megabita data digital.

Sebagai penyimpan data, DNA memiliki beberapa keunggulan. Informasi yang tersimpan di dalam DNA bisa bertahan hingga waktu lama dengan perawatan minimal. Tengok saja DNA tertua yang pernah ditemukan ilmuwan berumur puluhan ribu tahun. Detail yang tersimpan di dalam DNA tua tersebut sama baiknya dengan DNA yang baru didapat dari sel hidup.



Para ilmuwan di Harvard University mengatakan bahwa dalam 1 gram DNA mampu menyimpan 700 terabyte informasi  - Ini cukup untuk menampung 14.000 Blu-Ray disc, atau 233 3TB hard drive,seberat 151kg  "sebuah perangkat seukuran ibu jari Anda bisa menyimpan informasi sebanyak internet secara keseluruhan, "kata ahli molekul genetika George Church.

Penyimpanan menggunakan DNA tak memerlukan energi. Tak perlu baterai atau pembangkit listrik untuk mempertahankan susunan data ini. Akibatnya, penyimpanan dan pengiriman data bisa dilakukan dengan mudah. DNA jauh lebih kokoh ketimbang teknologi penyimpanan yang berkembang sekarang.

Keunggulan terbesar adalah kapasitasnya. Perhitungan peneliti menunjukkan, video high definition dengan waktu tayang 100 juta jam bisa disimpan ke dalam secangkir DNA.

0 komentar

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...