Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 17 Juli 2012

Memaknai Alam



Mengambil Filosofi dari Alam.
Mengambil Pelajaran dari Alam.
Kembali ke Alam.
Berguru pada Alam.
Alam merupakan Guru yang Paling bijaksana.
Harmoni Alam.
Hiduplah menyatu dengan Alam.
Bercermin dan meneladani alam.


Alam ini, sungguh menakjubkan. Bukan hanya keindahannya saja, tetapi bagaimana juga alam dapat mengatur dirinya sendiri berdasarkan hukum alam yang berlaku. Mungkin, hanyalah manusia yang malah merusak interaksi yang telah terjadi begitu saja dialam tersebut, manusialah yang (kebanyakan) mengganggu hubungan harmonis yang terjalin rapi dan terikat dengan hukum alam.
Sejatinya sebagai manusia yang dianugrahi pikiran dan kesempurnaan melibihi makhluk lain, dapat memikirkan tenteng apa yang ada di alam, alam yang begitu kompleks diciptakan hanya untuk manusia untuk diambil manfaatnya untuk kelangsungan peradabaan umat manusia. Bukan hanya itu, slayaknyalah kita hidup secara harmonis dengan alam, karena sesungguhnya alam juga dapat memberikan pelajaran pada kita. Pelajaran dalam arti yang sebenarnya. Bukan pelajaran yang mrujuk pada intelegensi saja, tetapi pelajaran bagi jiwa, bagi hati yang gusar, ini dapat disebut sebagai memaknai alam.
Banyak filosofi-filosofi yang dapat kita ambil dar alam yang menuntun kita dalam menapaki jalan berliku kehidupan. Inilah beberapa filosofi yang <sepertinya> perlu saya rangkum dan
Semoga bermanfaat, tak terkecuali untuk saya pribadi.

Bijak berkata .  . . .


  


Hiduplah seperti kerang .Seekor kerang kecil  merasa  dirinya tak berharga, tak banyak dilihat orang, dan tak seorang pun tahu bahwa kerang kecil itu merasa kesakitan setiap hari, kerang kecil itu terus menerus kesakitan karena terus menerus ada butiran pasir yang masuk kedalam dirinya. Dia tidak menyerah akan rasa sakit itu, mencoba untuk tetep sabar, dia yakin pasti ada hikmah tersendiri dibalik itu semua. Dan . . .benarlah, kesabaran nya itu terbayarkan, sekarang dia dapat tersenyum karena dia telah menghasilkan sebuah mutiara yang indah dan berharga. Siapa yang tidak suka dengan mutiara? ”

  



“ Hiduplah seperti Lautan. Karena lautan begitu bijak . Dia tidak pernah memilih-milih air sungai yang akan masuk kedalamnya. Baik yang jernih maupun yang keruh. Banyak maupun sedikit. Luas maupun sempit. Semua dia terima.. Walaupun begitu laut tetap indah, selalu memberi manfaat dan hasil dan sekaligus disegani bukan?” .
  




“ Hiduplah seperti Induk   Ayam. Yang tidak pernah lupa mencarikan makan anaknya. Ayam saja dapat mencarikan makan anak-anaknya dengan cara yang sederhana . Lalu bagaimana dengan manusia dengan segala kemampuannya?”
  




“ Hiduplah seperti Pohon Mangga. Bila seseorang melemparnya dengan batu, ia membalasnya dengan buah. “
  



“Hiduplah  seperti Pohon Bambu. Yang dimana-mana selalu bermanfaat dan berguna. Meja,kursi wadah nasi, pagar,kipas,lincak dan masih banyak lagi dibuat dari bambu, bukan?”
  



“ Hiduplah seperti  Semut. Yang selalu bekerja keras, pantang menyerah, walaupun kecil tetapi tidak gentar terhadap musuh yang lebih besar , selalu bersatu dan bekerja sama untuk mencapai tujuannya. Dengan bersatu sering kali mereke dapat mengalahkan musuh yang lebih besar. Tidak jarang belalang pun kalah dengan pasukan semut.”


  


“ Hiduplah seperti Bunga Lily. Bunga Lily yang hanya berbunga tiap pagi, dan di akhir hari bunga tersebut akan layu. Namun sebelum layu ia telah memberikan yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya. Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap pagi ia memberikan keharuman yang sama, walau kadang tak dihiraukan orang.ia tidak pernah bersedih walau tak di perhatikan orang. Karena ia tahu, bahwa dalam hidupnya ia Cuma punya satu misi, yakni memberikan keindahan.”

   


“ Teladanilah sifat Lebah. Yaitu,  ia hanya memakan makanan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih dan bermanfaat,hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan tempat yang dihinggapinya, selain itu labah juga hewan yang pekerja keras, bekerja secara organisasi dan kolektif (saling melengkapi), patuh pada satu pimpinan, dan lebah tidak pernah memulai menyerang. Hanya melukai kalau ia di ganggu, itupun merupakan usaha terakhir dan merupakan usaha bunuh diri, karena setelah ia mengeluarkan ,sengatnya tidak lama berselang ia pun akan mati.”
  


“ Hiduplah  seperti Tanaman Padi. Yang bila padi semakin berisi maka ia akan semakin merunduk.”

  

“ Hiduplah seperti Pohon Pisang. Yang terus hidup dan tumbuh,  ia tidak peduli walau barkali-kali di tebang atau ditumbangkan, ia tetap saja berjuang untuk hidup dan tidak akan mati sebelum ia memberikan manfaat. Pohon pisang hidup untuk  berbuah dan mati setelah  meninggalkan manfaat . Sebelum apa yang jadi tujuannya tercapai ia tidak akan semudah itu mati.”
   



“ Hiduplah seperti Pinguin, Angsa, Merpati  dan Elang . Yang  setia  sekali  seumur   hidup  pada  pasangannya. Yang berjuang bersama-sama, membagi tugas untuk membesarkan anak-anaknya .”



“ Hiduplah bagaikan Setetes Air Yang Jatuh ke Danau. Walau kecil, tetapi dapat mempengaruhi seluruh danau. Dapat membuat gelombeng-gelombang kecil yang menggetarkan permukaan danau”

  



Hiduplah seperti Angin. Yang bebas dan merdeka. Tapi jangan sampai terombang ambing . “






0 komentar

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...