Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 05 Maret 2011

KULTUR JARINGAN


KULTUR JARINGAN

       Pengertian Kultur Jaringan
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap.
Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tanaman secara vegetatif, menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril, metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif, teori yang mendasari teknik adalah Totipotensi. Teori ini mengatakan bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembangbiak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas bagian-bagian hidup, maka, organisme yang berhasil hidup akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.

       Tahapan dalam Teknik Kultur Jaringan
Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan :
a.       Pembuatan media
b.      Inisiaksi
c.       Sterilisasi
d.      Multiplikasi
e.       Pengukuran
.      Pembuatan Media
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Ada dua penggolongan media tumbuh, yaitu media padat dan cair. Media padat biasanya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar. Sedangkan media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Nutrisi yang dilarutkan biasanya berupa mineral, vitamin dan hormon. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung pada tujuan kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan di botol-botol tembus cahaya. Media juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
      Inisiasi
Inisiasi dalam pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah tunas.
      Strerilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, wadah dan media tumbuh harus steril. Sterilisasi juga dilakukan pada peralatan, dengan menggunakan etanol yang  disemprotkan pada peralatan
      Multiplikasi
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Multiplikasi dilakukan secara berulang sampai diperoleh jumlah tanaman yang dikehendaki, sesuai dengan kapasitas laboratorium. Setiap siklus multiplikasi berlangsung selama 2 – 3 bulan. Untuk biakan (tunas) yang telah responsif starter cultur dalam periode tersebut setiap tunas dapat menghasilkan 10 – 20 tunas baru. Setelah tunas mencapai jumlah yang diinginkan, biakan (dikulturkan) pada media perakaran.
      Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan pertumbuhan akar yang menunjukkan bahwa proses kultur jaringan  berjalan dengan baik. Proses ini biasanya berlangsung 1 bulan. Planlef (tunas yang telah berakar) diaklimitisasikan sampai bibit cukup kuat untuk ditanam di ladang.


      Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah kegiatan memudahkan eksplan keluar dari ruangan aseptor ke bedeng. Pemindahan harus dilakukan secara hati-hati, aklimatisasi dapat dilakukan di rumah kaca, rumah kasa atau pesemaian, yang kondisinya dapat dikendalikan. Proses aklimatisasi ini berlangsung sekitar 2 – 3 bulan.

     Keuntungan dan Kerugian dari Teknik Kultur Jaringan
     Keuntungan Pemanfaatan Kultur Jaringan
a.       Pengadaan bibit tidak tergantung musim
b.      Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak, dengan waktu yang relatif cepat (dari satu tunas yang sudah respon, dalam 1 tahun minimal dapat dihasilkan 10.000 planlef/bibit)
c.       Bibit yang dihasilkan seragam, sifatnya sama dengan induknya.
d.      Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
e.       Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit dan deraan lingkungan lainnya.
f.  Tidak membutuhkan banyak tempat
g.       Dapat ditumbuhkan dari berbgai jaringan tumbuhan tersebut yang dijadikan eksplan (misal : akar, daun, batang, dll)
h.       Metabolisme sekunder tanaman segera di dapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa
i.  Memungkinkan dilakukannya manipulasi genetik.
      Kerugian Pemanfaatan Kultur Jaringan
Selain mempunyai banyak keuntungan, teknik kultur jaringan juga mempunyai beberapa kekurangan, antara lain :
a.       Biaya yang dibutuhkan cukup besar, karena dilakukan di dalam laboratorium dan menggunakan bahan-bahan kimia.
b.      Memerlukan keahlian khusus & kemungkinan kegagalan tinggi
c.       Memerlukan aklimatisasi, karena tanaman hasil kultur jaringan biasanya berukuran kecil dan bersifat aseptik serta terbiasa hidup di lingkungan yang lembab
d.      Produk kultur jaringan pada akarnya kurang kokoh

    Tipe Jaringan
Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan dalam teknik kultur jaringan yaitu :
1.      Tipe pertama, adalah jaringan uda yang belum mengalami deferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga mempunyai daya regenerasi yang tinggi. Jaringan ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksilar, bagian tepi daun, ujung akar ataupun kambium batang
2.      Tipe kedua, adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami deferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan daun dan akar.

0 komentar

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...