Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 05 Maret 2011

CIRI - CIRI BANGUNAN MASJID TRADISIONAL

                                              Gb. Masjid Agung Demak


     Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Pulau Jawa, didirikan Wali Sembilan atau Wali Songo. Lokasi Masjid berada di pusat kota Demak, berjarak + 26 km dari Kota Semarang, + 25 km dari Kabupaten Kudus, dan + 35 km dari Kabupaten Jepara. Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak. Struktur bangunan masjid mempunyai nilai historis seni bangun arsitektur tradisional khas Indonesia. Wujudnya megah, anggun, indah, karismatik, mempesona dan berwibawa. Kini Masjid Agung Demak difungsikan sebagai tempat peribadatan dan ziarah.
Penampilan atap limas piramida masjid ini menunjukkan Aqidah Islamiyah yang terdiri dari tiga bagian ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan “Condro Sengkolo”, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.
CIRI - CIRI BANGUNAN MASJID TRADISIONAL - Kebanyakan/dominan bangunan dari kayu
 - ada beberapa [biasanya 4bh] pilar berbentuk bulat/segi melambangkan mazhab [4 mazhab]
 -  mimbar berupa tangga untuk khotib terbuat dari kayu
 -  bagian atap pakai genting tanpa kubah
 -  beduk terbuat dari kayu [biasanya pohon besar yang dipahat bagian dalamnya sedemikian rupa] & kulit binatang
 - Atap bersusun tumpang, yaitu atap yg semakin ke atas semakin mengecil. Tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah tumpang selalu ganjil (biasanya 3/5 susun). Pada puncak atap terdapat mustaka.
 -  Pada masjid2 ttu terdapat menara sbg tempat muazin menyerukan azan (dulunya).
  - Di sekitar masjid tdpt kolam utk berwudu.
  - Biasanya dilengkapi gapura.
. - Biasanya terdpt pemakaman di sekitar masjid.

0 komentar

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...